<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Personal site</title>
		<link>http://fachmi.do.am/</link>
		<description>Blog</description>
		<lastBuildDate>Sun, 14 Mar 2010 13:33:29 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://fachmi.do.am/blog/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Tugas Etika dan Profesionalisme</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;Etika dan Profesionalisme&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Etika Sebagai Cabang Filsafat&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Manusia menyetujui atau menolak tapi tidak dalam tahap intelektual saja, tetapi juga pada tahap moral. Etika mulai ketika kita merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Karena pendekatan refleksi kritis, sistematis dan metodis, maka etika adalah suatu ilmu. Etika adalah refleksi ilmiah tentang tingkah laku manusia dari sudut&amp;nbsp; norma-norma atau dari sudut baik dan buruk. Segi normatif merupakan sudut pandang yang khas bagi etika.&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dibandingkan dengan ilmu lain, filsafat tidak membatasi pada gejala-gejala yang konkret, tetapi melampaui taraf konkret, demikian pula dengan etika karena merupakan salah satu cabang filsafat. Bedanya etika dengan cabang filsafat lainnya adalah karena etika tidak membahas &quot;yang ada&quot; tetapi m...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;Etika dan Profesionalisme&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Etika Sebagai Cabang Filsafat&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Manusia menyetujui atau menolak tapi tidak dalam tahap intelektual saja, tetapi juga pada tahap moral. Etika mulai ketika kita merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Karena pendekatan refleksi kritis, sistematis dan metodis, maka etika adalah suatu ilmu. Etika adalah refleksi ilmiah tentang tingkah laku manusia dari sudut&amp;nbsp; norma-norma atau dari sudut baik dan buruk. Segi normatif merupakan sudut pandang yang khas bagi etika.&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dibandingkan dengan ilmu lain, filsafat tidak membatasi pada gejala-gejala yang konkret, tetapi melampaui taraf konkret, demikian pula dengan etika karena merupakan salah satu cabang filsafat. Bedanya etika dengan cabang filsafat lainnya adalah karena etika tidak membahas &quot;yang ada&quot; tetapi membahas &quot;yang harus dilakukan&quot;. Oleh karena itu tidak jarang etika disebut filsafat praktis, karena berhubungan langsung dengan perilaku manusia. Di dalam etika dianalisis tema-tema pokok seperti: hati nurani, kebebasan, tanggung jawab nilai, norma, hak, kewajiban, keutamaan.&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Perbedaan antara etika dengan etiket&lt;br&gt;1. Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. &lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu.&amp;nbsp; Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.&lt;br&gt;2. Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. &lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Barang yang dipinjam&lt;br&gt;harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa.&lt;br&gt;3. Etiket bersifat relatif. &lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Etika jauh lebih absolut. Perintah seperti &quot;jangan berbohong”, &quot;jangan mencuri” merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar.&lt;br&gt;4. Etiket hanya memadang manusia dari segi lahiriah saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam. &lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu. Orang dapat memegang etiket namun munafik sebaliknya seseorang yang berpegang pada etika tidak mungkin munafik karena seandainya dia munafik maka dia tidak bersikap etis. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Etika dan Agama&lt;/b&gt;&lt;br&gt;• Etika tidak dapat menggantikan agama. Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral. Pemeluk agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi agama itu memerlukan ketrampilan etika agar dapat memberikan orientasi, bukan sekadar indoktrinasi.&amp;nbsp; Hal ini disebabkan empat alasan sebagai berikut:&lt;br&gt;1. Orang agama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional. Ia tidak puas mendengar bahwa Tuhan memerintahkan sesuatu, tetapi ia juga ingin mengerti mengapa Tuhan memerintahkannya. Etika dapat membantu menggali rasionalitas agama.&lt;br&gt;2. Seringkali ajaran moral yang termuat dalam wahyu mengizinkan interpretasi yang saling berbeda dan bahkan bertentangan.&lt;br&gt;3. Karena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat maka agama menghadapi masalah moral yang secara langsung tidak disinggung- singgung dalam wahyu. Misalnya bayi tabung, reproduksi manusia dengan gen yang sama.&lt;br&gt;4. Adanya perbedaan antara etika dan ajaran moral. Etika mendasarkan diri&amp;nbsp; pada argumentasi rasional semata-mata sedangkan agama pada wahyunya&amp;nbsp; sendiri. Oleh karena itu ajaran agama hanya terbuka pada mereka yang&amp;nbsp; mengakuinya sedangkan etika terbuka bagi setiap orang dari semua agama&amp;nbsp; dan pandangan dunia. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Peranan Etika dalam Dunia Modern&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terdapat tiga ciri yang menonjol bila kita memandang situasi etis dalam dunia modern: pertama, adanya pluralisme moral, karena kita hidup di dalam era komunikasi. Kedua, banyak masalah etis baru yang dahulu tidak pernah diduga, sehubungan dengan pertumbuhan yang pesat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketiga, semakin jelas diperlukannya kepedulian etis universal akibat adanya globalisasi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;www.isei.or.id/page.php?id=5des077 &lt;br&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://fachmi.do.am/blog/tugas_etika_dan_profesionalisme/2010-03-14-26</link>
			<dc:creator>ami</dc:creator>
			<guid>https://fachmi.do.am/blog/tugas_etika_dan_profesionalisme/2010-03-14-26</guid>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 13:33:29 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Tugas Etika dan Profesionalisme</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;Etika dan Profesionalisme&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Istilah &quot;etika&quot; berasal dari bahasa Yunani kuno ta etha yang merupakan bentuk jamak dari ethos yang berarti adat kebiasaan. Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi secara etimologis etika berarti ilmu tentang adat kebiasaan. Kata lain yang cukup dekat dengan &quot;etika&quot; adalah &quot;moral&quot;. Kata &quot;moral&quot; berasal dari bahasa latin mos (jamak: mores) yang berarti juga kebiasaan, adat. Secara etimologis kata &quot;etika&quot; adalah sama dengan &quot;moral&quot;, yaitu menunjukkan adat kebiasaan.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penjelasan mengenai arti &quot;etika&quot; tidak akan cukup jika hanya ditelaah secara etimologis. Oleh karena itu perlu dijelaskan tiga macam arti etika yang kira-kira sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, yaitu:&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Etika adalah nilai-nilai ...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;Etika dan Profesionalisme&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Istilah &quot;etika&quot; berasal dari bahasa Yunani kuno ta etha yang merupakan bentuk jamak dari ethos yang berarti adat kebiasaan. Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi secara etimologis etika berarti ilmu tentang adat kebiasaan. Kata lain yang cukup dekat dengan &quot;etika&quot; adalah &quot;moral&quot;. Kata &quot;moral&quot; berasal dari bahasa latin mos (jamak: mores) yang berarti juga kebiasaan, adat. Secara etimologis kata &quot;etika&quot; adalah sama dengan &quot;moral&quot;, yaitu menunjukkan adat kebiasaan.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penjelasan mengenai arti &quot;etika&quot; tidak akan cukup jika hanya ditelaah secara etimologis. Oleh karena itu perlu dijelaskan tiga macam arti etika yang kira-kira sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, yaitu:&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Misalnya dalam penjelasan mengenai &quot;etika Protestan&quot;, seperti yang pernah dijelaskan oleh Max Weber. Arti ini juga bisa dirumuskan sebagai sistem nilai.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Etika adalah kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud disini adalah kode etik. Seperti misalnya pemerintah penah mengeluarkan sebuah kode etik untuk rumah sakit yang diberi judul &quot;Etika Rumah Sakit Indonesia&quot; pada tahun 1986.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Etika adalah ilmu tentang yang baik atau yang buruk. Etika baru menjadi ilmu, bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat-seringkali tanpa disadari-menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodid. Etika disini sama artinya dengan filsafat moral. &lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan &quot;self&amp;nbsp; control&quot;, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Etika dan Etiket&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, &quot;etika&quot; berarti &quot;moral&quot;. Tetapi terkadang pengertian ini sering dicampuradukkan dengan &quot;etiket&quot; yang sebenarnya berarti &quot;sopan santun&quot;. Persamaan antara keduanya adalah bahwa: pertama, etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Kedua, baik etika maupun etiket mengatur kehidupan manusia secara normatif, artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selain persamaan, etika dan etiket juga memiliki beberapa perbedaan yang mendasar, yaitu: (1) Etiket menyangkut suatu cara perbuatan dilakukan oleh manusia, sedangkan etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan; (2) etika memberi norma pada perbuatan itu sendiri. Norma etis tidak terbatas pada cara perbuatan dilakukan, melainkan menyangkut perbuatan itu sendiri; (3) Etiket hanya berlaku dalam pergaulan, sedangkan etika tidak tergantung pada hadir tidaknya orang lain.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jadi etiket bersifat relatif, sedangkan etika jauh lebih absolut dibandingkan dengan relativitas etiket. Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriahnya saja, sedangkan etika menyangkut manusia dari segi dalam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;www.isei.or.id/page.php?id=5des077 &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://fachmi.do.am/blog/tugas_etika_dan_profesionalisme/2010-03-14-25</link>
			<dc:creator>ami</dc:creator>
			<guid>https://fachmi.do.am/blog/tugas_etika_dan_profesionalisme/2010-03-14-25</guid>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 13:22:13 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Komodo</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Partenogenesis&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Sungai,seekor komodo di Kebun Binatang London, telah bertelur pada awal tahun 2006 setelah dipisah dari jantan selama lebih dari dua tahun. Ilmuan pada awalnya mengira bahwa komodo ini Dapat menyimpan sperma beberapa lama hasil dari perkawinan dengan komodo jantan di waktu sebelumnya, suatu adaptasi yang dikenal dengan istilah superfekundasi.Pada tanggal 20 Desember 2006, dilaporkan bahwa Flora, komodo yang hidup di Kebun Binatang Chester, Inggris adalah komodo kedua yang diketahui menghasilkan telur tanpa fertilisasi (pembuahan dari perkawinan) ia mengeluarkan 11 telur dan 7 diantaranya berhasil menetas. Peneliti dari Universitas Liverpool di Inggris utara melakukan tes genetika pada tiga te...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Partenogenesis&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Sungai,seekor komodo di Kebun Binatang London, telah bertelur pada awal tahun 2006 setelah dipisah dari jantan selama lebih dari dua tahun. Ilmuan pada awalnya mengira bahwa komodo ini Dapat menyimpan sperma beberapa lama hasil dari perkawinan dengan komodo jantan di waktu sebelumnya, suatu adaptasi yang dikenal dengan istilah superfekundasi.Pada tanggal 20 Desember 2006, dilaporkan bahwa Flora, komodo yang hidup di Kebun Binatang Chester, Inggris adalah komodo kedua yang diketahui menghasilkan telur tanpa fertilisasi (pembuahan dari perkawinan) ia mengeluarkan 11 telur dan 7 diantaranya berhasil menetas. Peneliti dari Universitas Liverpool di Inggris utara melakukan tes genetika pada tiga telur yang gagal menetas setelah dipindah ke inkubator, dan terbukti bahwa Flora tidak memiliki kontak fisik dengan komodo jantan. Setelah temuan yang mengejutkan ini, pengujian lalu dilakukan terhadap telur-telur sungai dan mendapatkan bahwa telur-telur itupun dihasilkan tanpa pembuahan dari luar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Komodo memiliki sistem penentuan seks kromosomal ZW, bukan sistem penentuan seks XY. Keturunan Flora yang berkelamin jantan, menunjukkan terjadinya beberapa hal. Bahwa telur Flora yang tidak dibuahi bersifat haploid pada mulanya dan kemudian menggandakan kromosomnya sendiri menjadi diploid dan bahwa ia tidak menghasilkan telur diploid, sebagaimana bisa terjadi jika salah satu proses pembelahan-reduksi meiosis pada ovariumnya gagal. Ketika komodo betina (memiliki kromosom seks ZW) menghasilkan anak dengan cara ini, ia mewariskan hanya salah satu dari pasangan-pasangan kromosom yang dimilikinya, termasuk satu dari dua kromosom seksnya. Satu set kromosom tunggal ini kemudian diduplikasi dalam telur, yang berkembang secara partenogenetika. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Telur yang menerima kromosom Z akan menjadi ZZ (jantan) dan yang menerima kromosom W akan menjadi WW dan gagal untuk berkembang.Di duga bahwa adaptasi reproduktif semacam ini memungkinkan seekor hewan betina memasuki sebuah relung ekologi yang trisolasi (seperti hanya pulau0 dan dengan cara partenogenesis kemudian menghasilkan keturunan jantan. Melalui perkawinan dengan anaknya itu saat yang berikutnya hewan-hewan ini dapat membentuk populasi yang bereproduksi secara seksual, karena dapat menghasilkan keturunan jantan dan betina. Meskipun adaptasi ini bersifat menguntungkan, kebun binatang perlu waspada karena partenogenesis mungkin dapat mengurangi keragaman genetika.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;Pada 31 Januari 2008, Kebun Binatang Sedgwick Country di Wichita, Kansas menjadi kebun binatang yang pertama kali mendokumentasi partenogenesis pada komodo di Amerika. Kebun binatang ini memiliki dua komodo betina dewasa, yang salah satu diantaranya menghasilkan 7 butir pada 19-20 Mei 2007. Hanya dua telur yang diinkubasi dan ditetaskan karena persoalan ketersediaan ruang, yang pertama menetas pada 31 Januari 2008, diikuti oleh yang kedua pada 1 Pebuari. Kedua anaka komodo itu berkelamin jantan&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Evolusi&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perkembangan evolusi komodo dimulai dengan marga Varanus, yang muncul di Asia sekitar 40 Juta tahun yang silam dan lalu bermigrasi ke Australia. Sekitar 15 juta tahun yang lalu, pertemuan lempeng benua Australia dan Asia Tenggara memungkinkan para biawak bergerak menuju wilayah yang dikenal sebagai Indonesia sekarang. Komodo diyakini berevolusi dari nenek-moyang Australianya pada sekitar 4 juta tahun yang lampau, dan meluaskan wilayah persebarannya ke Timur hingga sejauh Timor. Perubahan-perubahan tingi muka laut semenjak zaman Es telah menjadikan agihan komodo terbatas pada wilayah sebarannya yang sekarang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Komodo dan Manusia &lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Komodo pertama kali didokumentasikan oleh orang Eropa pada tahun 1910. Namanya meluas setelah tahun 1912, ketika Peter Ouwens, Direktur Museum Zoologi di Bogor, menerbitkan paper tentang komodo setelah menerima fotao dan kulit reptil ini. Nantinya, komodo adalah faktor pendorong dilakukannya ekspedisi ke pulau Komodo oleh W. Douglas Burden pada tahun 1926. Setelah kembali dengan 12 spesimen yang diawetkan dan 2 ekor komodo hidup, ekspedisi ini memberikan inspirasi untuk film King Kong tahun 1933. W. Dauglas Burden adalah orang yang pertama memberikan nama ‘Komodo Dragon’ kepada hewan ini. Tiga dari spesimen komodo yang diperolehnya dibentuk kembali menjadi hewan pajangan dan hingga kini masih disimpan di Museum Sejarah alam Amerika.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Penelitian &lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang Belanda, karena menyadari berkurangnya jumlah hewan ini di alam bebas, melarang perburuan komodo dan membatasi jumlah hewan yang diambil untuk penelitian ilmiah. Ekspedisi komodo terhenti semasa Perang Dunia II, dan tak dilanjutkan sampai dengan Tahun 1950an dan 1960an tatkala dilakukan penelitian-penelitian terhadap perilaku makan, reproduksi dan temperatur tubuh komodo. Pada tahun-tahun itu, sebuah ekspedisi yang lain dirancang untuk meneliti komodo dalam jangka panjang. Tugas ini jatuh ke tangan keluarga Auffenberg, yang kemudian tinggal selama 11 bulan di Pulau Komodo di Tahun 1969. Selama masa itu, Walter Auffenberg dan Putra Sastrawan sebagai asistennya, berhasil menangkap dan menandai lebih dari 50 ekor komodo. Hasil ekspedisi ini ternyata sangat berpengaruh terhadap meningkatnya penangkaran komodo. Penelitian-penelitian ini berikutnya kemudin memberikan gambaran yang lebih terang dan jelas mengenai sifat-sifat alami komodo, sehingga para biolog seperti halnya Cladio Ciofi dapat melanjutkan kajian yang lebih mendalam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Konservasi &lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Biawak komodo merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan, dan dikategorikan sebagai spesies rentan dalam daftar IUCN Red List, sekitar 4.000-5.000 ekor komodo diperkirakan masih hidup di alam liar. Populasi ini terbatas menyebar di pulau-pulau Rinca (1.300 ekor), Gili Motang (100), Gili Dasami(100), Komodo (1.700), dan Flores (mungkin sekitar 2.000 ekor). Meski demikian, ada kprihatinan mengenai populasi ini karena diperkirakan darisemuanya itu hanya tinggal 350 ekor betina yang di produktif dan dapat berkembang bia. Bertolak dari kekhawatiran ini, pada tahun 1980 Pemerintah Indonesia menetapkan berdirinya taman nasional komodo untuk melindungi populasi komodo dan ekosistemnya di beberapa pulau termasuk Komodo, rinca, dan Padar.&lt;/div&gt;&lt;h5 align=&quot;left&quot;&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;http://www.lombokwisata.com/sejarah-wisata-pulau-komodo-dragon-indonesia.htm&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;h5 align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt; &lt;p&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;/h5&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-24</link>
			<dc:creator>ami</dc:creator>
			<guid>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-24</guid>
			<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 10:42:56 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Komodo</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Bisa dan Bakteri&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Pada akhir 2005, peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, menyimpulkan bahwa biawak Perentie (Veranus giganteus) dan biawak-biawak lainnya, serta kadal-kadal dari suku Agamiodae, kemungkinan memiliki semacam bisa. Selama ini diketahui bahwa luka-luka akibat gigitan hewan-hwan ini sangat rawan infeksi karena adanya bakteria yang hidup di mulut kadal-kadal ini, akan tetapi para peneliti ini menunjukkan bahwa efek langsung yang muncul pada luka-luka gigitan itu disebabkan oleh masuknya bisa berkekuatan menengah. Para peneliti ini telah mengamati luka-luka di tangan manusia akibat gigitan biawak Varanus varius, V. Scalaris dan komodo, dan semuanya memperlihatkan reaksi yang serupa bengka...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Bisa dan Bakteri&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Pada akhir 2005, peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, menyimpulkan bahwa biawak Perentie (Veranus giganteus) dan biawak-biawak lainnya, serta kadal-kadal dari suku Agamiodae, kemungkinan memiliki semacam bisa. Selama ini diketahui bahwa luka-luka akibat gigitan hewan-hwan ini sangat rawan infeksi karena adanya bakteria yang hidup di mulut kadal-kadal ini, akan tetapi para peneliti ini menunjukkan bahwa efek langsung yang muncul pada luka-luka gigitan itu disebabkan oleh masuknya bisa berkekuatan menengah. Para peneliti ini telah mengamati luka-luka di tangan manusia akibat gigitan biawak Varanus varius, V. Scalaris dan komodo, dan semuanya memperlihatkan reaksi yang serupa bengkak secara cepat dalam beberapa menit, gangguan lokal dalam pembekuan darah, rasa sakit yang mengecam hingga ke siki, dengan beberapa gejala yang bertahan hingga beberapa jam kemudian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di samping menganung bisa, air liur komodo juga memiliki aneka bakteri mematikan didalamnya, lebih dari 28 bakteri Gram-positif telah di isolasi dari air liur ini. Bakteri-bakteri tersebut menyebabkan septikemia pada korbannya, jika gigitan komodo tidak langsung membunuh mangsa dan mangsa itu dapat melarikan diri, umumnya mangsa yang sial ini akan mati dalam waktu satu minggu akibat infeksi. Bakteri yang paling mematikan di air liur komodo agaknya adalah bakteri Pasteurella multocida yang sangat mematikan, diketahui melalui percobaan dengan tikus laboratorium. Karena komodo nampaknya kebal terhadap mikrobanya sendiri, banyak penelitian dilakukan untuk mencari molekul antibakteri dengan harapan dapat digunakan untuk pengobatan manusia.&lt;b&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Ekologi, perilaku dan cara hidup komodo &lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Komodo secara umum ditemui di Indonesia, di Pulau Komodo, Flores dan Rinca dan beberapa pulau lainnya di Nusa tenggara. Hidup di padang rumput kering terbuka, sabana dan hutan tropis pada ketinggian rendah, biawak ini menyukai tempat panas dan kering ini. Mereka aktif pada sianng hari, walaupun terkadang aktif juga pada malam hari. Komodo adalah binatang yang penyendiri, berkumpul bersama hanya pada saat makan dan berkembang biak. Reptil besar ini dapat berlari cepat hingga 20 kilimeter per jam pada jarak yang pendek, berenang dengan sangan baik dan mampu menyelam sedalam 4.5meter, serta pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat. Untuk menangkap mangsa yang berada di luar jangkauannya, komodo dapat berdiri dengan kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai penunjang. Dengan bertambahnya umur, komodo lebih menggunakan cakarnya sebagai senjata, karena ukuran tubuhnya yang besar menyulitkannya memanjat pohon.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk tempat berlindung, komodo menggali lubang sedalam 1-3 meter dengan tungkai depan dan cakarnya yang kuat. Karena besar tubuhnya dan kebiasaan tidur di dalam lubang, komodo dapat menjaga panas tubuhnya selama malam hari dan mengurangi waktu berjemur pada pagi selanjutnya. Komodo umumnya berburu pada siang hingga sore hari, tetapi tetap berteduh selama bagian hari yang terpanas. Tempat-tempat sembunyi komodo ini biasanya berada di daerah gumuk atau perbukitan dengan semilir angin laut, terbuka dari vegetasi, dan di sana-sini berserak kotoran hewan penghuninya. Tempat ini umumnya juga merupakan lokasi yang strategis untuk menyergap rusa.&lt;b&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Reproduksi&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Musim kawin terjadi antara bulan Mei dan Agustus, dan telur komodo diletakkan pada bulan September. Selama periode ini, komodo jantan bertempur untuk mempertahankan betina dan teritorinya dengan cara ‘bergulat’ dengan jantan lainnya sambil berdiri diatas kaki belakangnya. Komodo yang kalah akan terjatuh dan ‘terkunci’ ke tanah. Kedua komodo jantan itu dapat muntah atau buang air besar ketika bersiap untuk bertempur. Pemenang pertarungan akan menjentikkan lidah panjangnya pada tubuh si betina untuk melihat penerimaan sang betina. Komodo betina bersifat antagonis dan melawan dengan gigi dan cakar mereka selama awal fase berpasangan. Selanjutnya, jantan harus sepenuhnya mengendalikan betina selama bersetubuh agar tidak terluka. Perilaku lain yang diperlihatkan selama proses ini adalah jantan menggosokkan dagu mereka pada si betina, garukan keras di atas punggung dan menjilat. Kopulasi terjadi ketika jantan memasukkan salah satu hemipenisnya ke kloaka betina. Komodo dapat bersifat monogamus dan membentuk ‘pasangan’, suatu sifat yang langka untuk kadal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Betina akan meletakkan telurnya dilubang tanah, mengorek tebing bukit atau gundukan sarang burung gosong berkaki-jingga yang telah ditinggalkan. Komodo lebih suka menyimpan telur-telurnya di sarang yang telah ditinggalkan. Sebuah sarang komodo rat-rat berisi 20 telur yang akan menetas setelah 7-8 bulan. Betina berbaring di atas telur-telur itu untuk mengerami dan melindunginya sampai menetas di sekitar bulan April, pada akhir musim hujan ketika terdapat sangat banyak serangga.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Peoses penetasan adalah usaha melelahkan untuk anak komodo, yang keluar dari cangkang telur setelah menyobeknya dengan gigi telur yang akan tanggal setelah pekerjaan berat ini selesai. Setelah berhasil menyobek kulit telur, bayi komodo dapat berbaring di cangkang telur mereka untuk beberapa jam sebelum memulai menggali keluar sarang mereka. Ketika menetas, bayi-bayi ini tidak seberapa berdaya dan dapat dimangsa oleh predator. Komodo muda menghabiskan tahun-tahun pertamanya di atas pohon, tempat mereka relatif aman dari predator, termasuk dari komodo dewasa yang kanibal, yang sekitar 10% dari makanannya adalah biawak-biawak muda yang berhasil diburu. Komodo membutuhkan tiga sampai lima tahun untuk menjadi dewasa, dan dapat hidup lebih dari 50 tahun.Di samping proses reproduksi yang nornal, terdapat beberapa contoh kasus komodo betina menghasilkan anak tanpa kelahiran pejantan 9partenogenesis), fenomena yang juga diketahui muncul pada beberapa spesies reptil lainnya seperti pada Cnemidophorus.&lt;/div&gt;&lt;h5 align=&quot;left&quot;&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;http://www.lombokwisata.com/sejarah-wisata-pulau-komodo-dragon-indonesia.htm&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;h5 align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt; &lt;p&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;/h5&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-23</link>
			<dc:creator>ami</dc:creator>
			<guid>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-23</guid>
			<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 10:06:00 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Komodo</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Fisiologi&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Komodo tak memiliki indera pendengaran, meski memiliki lubang telinga.[13] Biawak ini mampu melihat hingga sejauh 300m, namun karena retinanya hanya memiliki sel kerucut, hewan ini agaknya tak begitu baik melihat di kegelapan malam. Komodo mampu membedakan warna namun tidak seberapa mampu membedakan obyek yang tak bergerak. Komodo menggunakan lidahnya untuk mendeteksi rasa dan mencium stimuli, seperti reptil lainnya, dengan indera vomeronasal memanfaatkan organ Jacobson, suatu kemampuan yang dapat membantu navigasi pada saat gelap. Dengan bantuan angin dan kebiasaannya menelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika berjalan, komodo dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai sejauh 4-9.5 kilomet...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Fisiologi&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Komodo tak memiliki indera pendengaran, meski memiliki lubang telinga.[13] Biawak ini mampu melihat hingga sejauh 300m, namun karena retinanya hanya memiliki sel kerucut, hewan ini agaknya tak begitu baik melihat di kegelapan malam. Komodo mampu membedakan warna namun tidak seberapa mampu membedakan obyek yang tak bergerak. Komodo menggunakan lidahnya untuk mendeteksi rasa dan mencium stimuli, seperti reptil lainnya, dengan indera vomeronasal memanfaatkan organ Jacobson, suatu kemampuan yang dapat membantu navigasi pada saat gelap. Dengan bantuan angin dan kebiasaannya menelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika berjalan, komodo dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai sejauh 4-9.5 kilometer. Lubang hidung komodo bukan merupakan alat penciuman yang baik karena mereka tidak memiliki sekat rongga badan. Hewan ini tidak memiliki indera perasa di lidahnya, hanya ada sedikit ujung-ujung saraf perasa di bagian belakang tenggorokan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sisik-sisik komodo, beberapa di antaranya diperkuat dengan tulang, memiliki sensor yang terhubung dengan saraf yang memfasilitasi rangsang sentuhan. Sisik-sisik di sekitar telinga, bibir, dagu dan tapak kaki memiliki tiga rangsangan atau lebih.Komodo pernah dianggap tuli ketika penelitian mendapatkan bahwa bisikan, suara yang meningkat dan teriakan ternyata tidak mengakibatkan agitasi (gangguan) pada komodo liar. Hal ini terbantah kemudian ketaka karywan Kebun Binatang London ZSL, Joan Proctor melatih biawak untuk keluar makan dengan suaranya, bahkan juga ketika ia tidak terlihat oleh si biawak.&lt;b&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Perilaku makan &lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Komodo adalah hewan karnivora. Walupun mereka kebanyakan makan daging bangkai, penelitian menunjukkan bahwa mereka juga berburu mangsa hidup dengan cara mengendap-endap diikuti dengan serangan tiba-tiba terhadap korbannya. Ketika mangsa itu tiba di dekat tempat sembunyi komodo, hewan ini segera menyerangnya pada sisi bawah tubuh atau tenggorokan. Komodo dapat menemukan mangsanya dengan menggunakan penciumannya yang tajam, yang dapat menemukan binatang mati atau sekarat pada jarak hingga 9.5 kilometer.Mangsa biawak komodo amat bervariasi, mencakup aneka avertebrata, reptil lain (termasuk pula komodo yang bertubuh lebih kecil), burung dan telurnya, mamalia kecil, monyet, babi hutan, kambing, rusa, kuda, dan kerbau. Komodo muda memangsa serangga, telur, cecak, dan mamalia &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kecil. Kadang-kadang komodo juga memangsa manusia dan mayat yang digali dari lubang makam yang dangkal. Kebiasa ini menyebabkan penduduk pulau komodo menghindari tanah berpasir dan memilih mengubur jenazah di tanah liat, serta menutupi atasnya dengan batu-batu agar tidak dapat digali komodo. Ada pula yang menduga bahwa komodo berevolusi untuk memangsa gajah kerdil Stegodon yang pernah hidup di Flores. Komodo juga pernah teramati ketika mengejutkan dan menakuti rusa-rusa betina yang tengah hamil, dengan harapan agar keguguran dan bangkai janinnya dapat dimangsa, suatu perilaku yang juga didapati pada predator besar di Afrika.&lt;b&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Proses Makan Komodo&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karena tidak memiliki sekat rongga badan, komodo tidak dapat menghirup air atau menjilati air untuk minum (seperti kucing). Alih-alih, komodo ‘mencedok’ air dengan seluruh mulutnya, lalu mengangkat kepalanya agar air mengalir masuk ke perutnya.Reptil purba ini makan dengan cara mencabik potongan besar daging dan lalu menelannya bulat-bulat sementara tungkai depannya menahan tubuh mangsanya. Untuk mangsa berukuran kecil hingga sebesar kambing, bisa jadi dagingnya dihabiskan sekali telan. Isi perut mangsa yang berupa tumbuhan biasanya dibiarkan tidak disentuh. Air liur yang kemerahan dan keluar dalam jumlah banyak amat membantu komodo dalam menelan mangsanya. Meski demikian, proses menelan tetap memakan waktu yang panjang, 15-20 menit diperlukan untuk menelan seekor kambing. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Komodo terkadang berusaha mempercepat proses menelan itu dengan menekankan dagingbangkai mangsanya ke sebatang pohon, agar karkas itu bisa masuk melewati kerongkongannya. Dan kadang-kadang pula upaya menekan itu begitu keras sehingga pohon itu menjadi rebah. Untuk menghindari agar tidak tercekik ketika menelan, komodo bernafas melalui sebuah saluran kecil di bawah lidah yang berhubungan langsung dengan paru-parunya. Rahangnya yang dapat dikembangkan dengan leluasa, tengkoraknya yang lentur, dan lambungnya yang dapat melar luar biasa memungkinkan komodo menyantap mangsa yang besar, hingga sebesar 80% bobot tubuhnya sendiri dalam satu akli makan. Setelah makan, komodo menyeret tubuhnya yang kekenyangan mencari sinar matahari untuk berjemur dan mempercepat proses pencernaan. Jika tidak, makanan itu dapat membusuk dalam perutnya dan meracuni tubuhnya sendiri. Dikarenakan metabolismenya yang lamban, komodo besar dapat bertahan dengan hanya makan 12 kali setahun atau kira-kira sekali sebulan. Setelah daging mangsanya tercerna, komodo memuntahkan sisa-sisa tanduk, rambut, gigi mangsanya, dalam gumpalan-gumpalan bercampur dengan lendir berbau busuk, gumpalan mana dikenal sebagai gastric pellet. Setelah itu komodo menyapukan wajahnya ketanah aatau ke semak-semak untuk membersihkan sisa-sisa lendir yang masi menempel, perilaku yang menimbulkan dugaan bahwa komodo, sebagaimana halnya manusia, tidak menyukai bau ludahnya sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam kumpulan, komodo yang berukuran paling besar biasanya makan lebih dahulu, diikuti yang berukuran lebih kecil untuk memperlihatkan pengakuannya atas kekuasan itu. Komodo-komodo yang berukuran sama mungkin akan berkelahi mengadu kekuatan dengan cara semacam gulat biawak, hingga salah satunya mengaku kalah atau mundur, meskipun adakalanya yang kalah dapat terbunuh dalam perkelahian dan dimangsa oleh si pemenang.&lt;/div&gt;&lt;h5 align=&quot;left&quot;&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;http://www.lombokwisata.com/sejarah-wisata-pulau-komodo-dragon-indonesia.htm&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;h5 align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt; &lt;p&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;/h5&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-22</link>
			<dc:creator>ami</dc:creator>
			<guid>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-22</guid>
			<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 10:02:17 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Komodo</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Menyantap Jangkrik dan Belalang&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Kelima anak komodo keturunan Flora ini lahir dalam keadaan sehat dan hanya makan jangkrik dan belalang sebagai makanan dietnya. Ini sesuai dengan kehidupan asli komodo di alam liar.Berdasarkan pengetahuan ilmiah, saat tumbuh dewasa, bayi-bayi komodo bisa mencapai ukuran panjang 10 kaki (3 meter) dan memiliki berat sekitar 300 pon (135 kilogram). Jika mencapai ukuran luar biasa ini, mereka akan sanggup menyantap bulat-bulat seekor babi atau rusa.Nah, selera makan yang buas pada reptil ini menjelaskan mengapa Flora tidak dibiarkan berada dekat dengan anak-anaknya. &quot;Tidak ada insting keibuan pada diri komodo. Jadi, sangat alami untuk tetap menjaga anak-anaknya menjauh dari induk...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Menyantap Jangkrik dan Belalang&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Kelima anak komodo keturunan Flora ini lahir dalam keadaan sehat dan hanya makan jangkrik dan belalang sebagai makanan dietnya. Ini sesuai dengan kehidupan asli komodo di alam liar.Berdasarkan pengetahuan ilmiah, saat tumbuh dewasa, bayi-bayi komodo bisa mencapai ukuran panjang 10 kaki (3 meter) dan memiliki berat sekitar 300 pon (135 kilogram). Jika mencapai ukuran luar biasa ini, mereka akan sanggup menyantap bulat-bulat seekor babi atau rusa.Nah, selera makan yang buas pada reptil ini menjelaskan mengapa Flora tidak dibiarkan berada dekat dengan anak-anaknya. &quot;Tidak ada insting keibuan pada diri komodo. Jadi, sangat alami untuk tetap menjaga anak-anaknya menjauh dari induknya. Induknya akan mencoba memakan apa saja yang mendekat di depan hidungnya,” jelas Buley.Menurut data, sekitar 70 spesies reptil termasuk ular dan kadal dikenal mampu bereproduksi secara aseksual (tanpa berhubungan kelamin) dalam sebuah proses yang dikenal secara ilmiah sebagai partenogenesis. Namun, konsepsi keperawanan (virginitas) Flora dan naga komodo lainnya pada April lalu di kebun binatang London merupakan yang pertama kali didokumentasikan.Dua konsepsi virginitas ini diumumkan pada September, yang tertuang dalam makalah ilmiah dalam jurnal Nature&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Penghuni Pulau Komodo&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;Komodo adalah hewan asli Kepulauan Flores, Nusa Tenggara. Pulau yang paling banyak ditempati komodo ini diberi nama sesuai dengan nama hewan ini saat ditemukan pada 1910, yakni Pulau Komodo (Komodo Island).Kadal-kadal raksasa ini termasuk hewan yang nyaris punah dengan jumlah populasi di alam liar kurang dari 4.000 ekor. Untuk melindungi komodo, pada 1980 disepakati untuk membentuk kawasan konservasi dalam bentuk Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.Sebaran dan populasi komodo dalam tiga dasawarsa terakhir ini semakin menurun dan keberadaannya semakin terancam, terutama akibat kegiatan perburuan rusa, sebagai mangsa utamanya. Bahkan populasi di Pulau Padar diketahui telah hilang sejak akhir 1990-an, padahal pada awal tahun 1980-an, komodo masih dapat dijumpai di sana. Perhatian dan upaya konservasi spesies ini perlu diberikan secara khusus, karena populasi komodo diambang kepunahan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagi sebagian penduduk di Pulau Komodo, hewan ini dianggap lebih berbahaya terhadap manusia daripada buaya, karena kandungan bakteri pada air liurnya yang dapat menyebabkan infeksi berat.Biasanya, musim kawin komodo terjadi antara Juni-Juli. Pada Agustus, komodo betina akan menggali sarang berupa gundukan bekas sarang burung Gosong (Megapodius reindwardt) di bukit dan sarang lubang di tanah, untuk menyimpan telurnya yang dapat mencapai 38 butir. Telur komodo biasanya dijaga oleh induknya, namun anak yang baru lahir pada bulan Februari atau Maret tidak dijaga, malah sering dimakan.Komodo membutuhkan lima tahun untuk tumbuh sampai ukuran dua meter dan dapat terus hidup sampai 30 tahun. Memasuki 4-5 tahun adalah masa awal kematangan komodo secara seksual.Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Veranus komodoensis[1]), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau komodo juga disebut dengan nama setempat ora.&lt;b&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Informasi Umum Tentang Komodo &lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Anatomi dan morfologi&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;Di alam bebas, komodo dewasa biasanya memiliki massa sekitar 70 kilogram, namun komodo yang dipelihara di penangkaran sering memiliki bobot tubuh yang lebih besar. Spesimen liar terbesar yang pernah ada memiliki panjang sebesar 3.13 meter dan berat sekitar 166 kilogram, termasuk berat makanan yang belum di cerna di dalam perutnya. Meski komodo tercatat sebagai kadal terbesar yang masih hidup, namun bukan yang terpanjang. Reputasi ini dipegang oleh biawak Papua ( Veranus salvadorii). Komodo memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya, dan sekitar 60 buah gigi yang bergigi tajam sepanjang sekitar 2.5 cm, yang kerap diganti. Air liur komodo sering kali bercampur dengan sedikit darah karena giginya hampir seluruhnya dilapisi jaringan gingiva dan jaringan ini tercabik selama makan. Kondisi ini menciptakan lingkungan pertumbuhan yang ideal untuk bakteri mematikan yang hidup di mulut mereka. Komodo memiliki lidah yang panjang, berwarna kuning dan bercabang. Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah batu bata, sementara komodo betina lebih berwarna hijau buah zaitun, dan memiliki potongan kecil kuning pada tenggorokannya. Komodo muda lebih berwarna, dengan warna kuning, hijau dan putih pada latar belakang hitam.&lt;/div&gt;&lt;h5 align=&quot;left&quot;&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;http://www.lombokwisata.com/sejarah-wisata-pulau-komodo-dragon-indonesia.htm&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;h5 align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt; &lt;p&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;/h5&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-21</link>
			<dc:creator>ami</dc:creator>
			<guid>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-21</guid>
			<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 09:58:37 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Komodo</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Hewan Prasejarah yang Bertahan&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Usai Perang Dunia I, sebuah ekspedisi ilmiah dirancang untuk melakukan penelitian komodo. Pada 1926, ekspedisi yang dipimpin W Douglas Burden dari American Museum of Natural History dengan perangkat penelitian termodern, melakukan penelitian selama berbulan-bulan.Ekspedisi yang melibatkan puluhan orang itu menangkap 27 ekor komodo. Mereka melakukan bedah anatomi dan identifikasi spesies. Dari sinilah laporan ilmiah pertama yang lengkap tentang komodo dibuat.Dideskripsikan bahwa komodo memiliki kepala yang besar dan kuat, memiliki sepasang mata yang bersinar, kulitnya keras, tebal dan liat. Memiliki kelambir kulit berkerut di bawah lehernya&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;Bentukn...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Hewan Prasejarah yang Bertahan&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Usai Perang Dunia I, sebuah ekspedisi ilmiah dirancang untuk melakukan penelitian komodo. Pada 1926, ekspedisi yang dipimpin W Douglas Burden dari American Museum of Natural History dengan perangkat penelitian termodern, melakukan penelitian selama berbulan-bulan.Ekspedisi yang melibatkan puluhan orang itu menangkap 27 ekor komodo. Mereka melakukan bedah anatomi dan identifikasi spesies. Dari sinilah laporan ilmiah pertama yang lengkap tentang komodo dibuat.Dideskripsikan bahwa komodo memiliki kepala yang besar dan kuat, memiliki sepasang mata yang bersinar, kulitnya keras, tebal dan liat. Memiliki kelambir kulit berkerut di bawah lehernya&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;Bentuknya mirip dengan biawak, dengan empat kaki yang gemuk besar dan ekor yang juga gemuk besar panjang. Memiliki 26 gigi yang tajam, masing-masing berukuran 4 cm, memiliki lidah bercabang yang berwarna merah cerah. Jika dilihat dari kejauhan, lidah yang dijulurkan akan mirip api, karena komodo sering menjulurkan lidahnya seperti ular. Komodo juga pemburu handal. Ia mengandalkan gigitan dan racun bakteri pada ludahnya untuk melumpuhkan mangsa. Ia akan mengikuti mangsanya yang sudah terluka selama berhari-hari, sampai akhirnya mati, barulah ia menyantapnya. Sebagai karnivora dan scavenger (pemakan bangkai), komodo memang hanya ditemui di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, Gili Motang, Owadi dan Samiin. Komodo juga diketahui sebagai hewan yang jago berenang. Dengan cara itulah ia melakukan penjelajahan di pulau-pulau sekitar Flores.&lt;b&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Fosil&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Sementara itu pada pertengahan abad 20, di Australia ditemukan fosil makhluk purba yang setelah diteliti sangat mirip dengan komodo. Berdasarkan uji karbon, fosil itu diyakini berasal dari masa 60-30 juta tahun lalu. Ini berarti komodo pernah menghuni daratan Australia di masa prasejarah.Namun peneliti masih dibingungkan dengan hubungan Pulau Komodo dengan fosil komodo dari Australia. Walau sejarah geologi bumi menunjukkan bahwa dulunya Australia dan beberapa kepulauan Indonesia adalah satu lempeng, namun Pulau Komodo diperkirakan terbentuk sekitar 1 juta tahun silam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara berdasarkan penelitian, komodo prasejarah sudah punah setidaknya 30 juta tahun lalu, sebelum Pulau Komodo terbentuk. Lantas mengapa komodo hanya bisa ditemukan di Pulau Komodo dan sekitarnya? Sejak kapan komodo menghuni Pulau Komodo? Sementara tidak pernah ditemukan jejak belulang komodo di tempat lain (kecuali Australia). Ini adalah satu misteri yang menuntut penelitian lebih lanjut.&lt;b&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Kelahiran Komodo dari Induk &quot;Perawan”&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Persis 18 hari lalu, penantian para ahli zoologi di kebun binatang Chester Zoo, Manchester, Inggris, berakhir. Sebuah fenomena alam yang mengejutkan dunia ilmu pengetahuan tentang satwa. Seekor komodo betina yang masih perawan, berhasil bertelur dan menetaskan lima di antaranya.Berdasarkan berita yang dilansir Associated Press, Flora-begitu nama sang komodo betina itu-berhasil melahirkan lima bayi komodo tanpa peran serta pejantan penghuni Pulau Komodo pada proses pembuahan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Flora sangat mengagumkan, kami senang sekali mengetahui dia adalah ibu sekaligus ayah bayi-bayinya,” kata Kevin Buley, kurator kebun binatang untuk jenis vertebrata dan invertebrata.Pada pertengahan Januari 2007, telur-telurnya mulai pecah setelah masa mengandung delapan bulan yang terjadi pada puncaknya 23 Januari 2007, dengan kelahiran komodo yang kelima. Sementara dua telur lainnya masih dieraminya.&quot;Penerapan program pengembangbiakan konservasi ini sangat luar biasa, sebab ini membuka jalan baru, di mana hewan-hewan dapat berpotensi menjadi koloni di sebuah pulau,” kata Buley.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Betinanya mampu berenang menyeberangi sebuah pulau yang baru, lalu mengerami telur-telurnya, dan lantas mengencani bayi-bayi lelakinya dan secara seksual menghasilkan sebuah generasi normal yang baru,” tambahnya.Tes DNA memberi bukti akurat bahwa Flora benar-benar berhasil melahirkan anaknya tanpa bantuan pejantan.Disebutkannya lagi, ukuran bayi-bayi naga ini antara 16 inci (40 cm) hingga mencapai 18 inci (45 cm) dan beratnya antara 3½ - 4½ ons (100-125 gram).&lt;/div&gt;&lt;h5 align=&quot;left&quot;&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;http://www.lombokwisata.com/sejarah-wisata-pulau-komodo-dragon-indonesia.htm&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;h5 align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt; &lt;p&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;/h5&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-20</link>
			<dc:creator>ami</dc:creator>
			<guid>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-20</guid>
			<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 09:44:53 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Komodo</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Pulau Komodo&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Inilah kisah tentang naga. Bukan sekadar legenda, tetapi benar-benar seekor naga yang hingga kini masih mendiami Kepulauan Indonesia bagian timur dan tengah. Raksasa dari dunia reptil ini punya reputasi sebagai predator puncak di kelasnya.Sejak dulu di Pulau Komodo, jajaran Kepulauan Flores, Indonesia, telah muncul kisah tentang naga raksasa. Banyak pelaut yang berkisah bahwa naga ini lebih mirip monster yang menakutkan.Ekornya yang besar bisa merubuhkan seekor kerbau hanya dengan satu kibasan. Rahangnya besar dan kuat, hingga mampu menelan seekor babi hutan dalam satu gerakan. Dan dari mulutnya senantiasa menyemburkan api. Kisah ini beredar luas dan sempat menarik perhatian banyak orang...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Pulau Komodo&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; Inilah kisah tentang naga. Bukan sekadar legenda, tetapi benar-benar seekor naga yang hingga kini masih mendiami Kepulauan Indonesia bagian timur dan tengah. Raksasa dari dunia reptil ini punya reputasi sebagai predator puncak di kelasnya.Sejak dulu di Pulau Komodo, jajaran Kepulauan Flores, Indonesia, telah muncul kisah tentang naga raksasa. Banyak pelaut yang berkisah bahwa naga ini lebih mirip monster yang menakutkan.Ekornya yang besar bisa merubuhkan seekor kerbau hanya dengan satu kibasan. Rahangnya besar dan kuat, hingga mampu menelan seekor babi hutan dalam satu gerakan. Dan dari mulutnya senantiasa menyemburkan api. Kisah ini beredar luas dan sempat menarik perhatian banyak orang. Namun tak pernah ada yang berani mendekati pulau tersebut untuk membuktikannya. Sampai akhirnya pada 1910-an awal, muncul laporan dari gugus satuan tempur armada kapal Belanda yang bermarkas di Flores tentang makhluk misterius yang diduga &quot;naga” mendiami sebuah pulau kecil di wilayah Kepulauan Sunda Lesser (sekarang jajaran Kepulauan Flores, Nusa Tenggara).&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt; Para pelaut militer Belanda tersebut memberi laporan bahwa makhluk tersebut kemungkinan berukuran sampai tujuh meter panjangnya, dengan tubuh raksasa dan mulut yang senantiasa menyemburkan api. Letnan Steyn van Hensbroek, seorang pejabat Administrasi Kolonial Belanda di kawasan Flores mendengar laporan ini dan kisah-kisah yang melingkupi Pulau Komodo. Ia pun merencanakan perjalanan ke Pulau Komodo.Setelah mempersenjatai diri dan membawa satu regu tentara terlatih, ia mendarat di pulau tersebut. Setelah beberapa hari di pulau itu, Hensbroek berhasil membunuh satu spesies aneh itu.Ia membawanya ke markas dan dilakukan pengukuran panjang hasil buruannya itu dengan panjang kira-kira 2,1 meter. Bentuknya sangat mirip kadal. Satwa itu kemudian dipotret (didokumentasikan) oleh Peter A Ouwens, Direktur Zoological Museum and Botanical Gardens Bogor, Jawa. Inilah dokumentasi pertama tentang komodo.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt; Ouwens tertarik dengan temuan satwa aneh tersebut. Ia kemudian merekrut seorang pemburu lihai untuk menangkap spesimen untuknya. Sang pemburu berhasil membunuh dua ekor komodo yang berukuran 3,1 meter dan 3,35 meter, plus menangkap dua anakan, masing-masing berukuran di bawah satu meter. Berdasarkan tangkapan sang pemburu ini, Ouwens melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa komodo bukanlah naga penyembur api, melainkan termasuk jenis kadal monitor (monitor lizard) di kelas reptilia.Hasil penelitiannya ini kemudian dipublikasikan pada koran terbitan tahun 1912. Dalam pemberitaan itu, Ouwens memberi saran nama pada kadal raksasa itu Varanus komodoensis sebagai pengganti julukan Komodo Dragon (Naga Komodo).Sadar arti penting komodo sebagai satwa langka, Pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan proteksi terhadap komodo dan Pulau Komodo pada 1915. Jadilah kawasan itu sebagai wilayah konservasi komodo.Temuan komodo sebagai legenda naga yang hidup, memancing rasa ingin tahu dunia internasional. Beberapa ekspedisi ilmiah dari berbagai negara secara bergilir melakukan penelitian di Pulau Komodo.&lt;/div&gt;&lt;h5 align=&quot;left&quot;&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;http://www.lombokwisata.com/sejarah-wisata-pulau-komodo-dragon-indonesia.htm&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;h5 align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt; &lt;p&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;/h5&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-19</link>
			<dc:creator>ami</dc:creator>
			<guid>https://fachmi.do.am/blog/komodo/2010-01-10-19</guid>
			<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 09:36:42 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Batik</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--&lt;br /&gt; &lt;!--&lt;br /&amp;gt; &lt;!-- &lt;br /&amp;gt; @page { margin: 2cm } &lt;br /&amp;gt; P { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; H5 { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; --&amp;gt; &lt;br /&amp;gt;--&gt; &lt;br /&gt;--&gt;&lt;/style&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;Batik cap&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. Dikerjakan dengan menggunakan cap (alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk sesuai dengan gambar atau motif yang dikehendaki). Untuk pembuatan satu gagang cap batik dengan dimensi panjang dan lebar : 20 cm X 20 cm dibutuhkan waktu rata-rata 2 minggu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Bentuk gambar/desain pada batik cap selalu ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak berulang dengan bentuk yang sama, dengan ukuran garis motif relatif lebih besar dibandingkan dengan batik tulis. &lt;br...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--&lt;br /&gt; &lt;!--&lt;br /&amp;gt; &lt;!-- &lt;br /&amp;gt; @page { margin: 2cm } &lt;br /&amp;gt; P { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; H5 { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; --&amp;gt; &lt;br /&amp;gt;--&gt; &lt;br /&gt;--&gt;&lt;/style&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;Batik cap&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. Dikerjakan dengan menggunakan cap (alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk sesuai dengan gambar atau motif yang dikehendaki). Untuk pembuatan satu gagang cap batik dengan dimensi panjang dan lebar : 20 cm X 20 cm dibutuhkan waktu rata-rata 2 minggu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Bentuk gambar/desain pada batik cap selalu ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak berulang dengan bentuk yang sama, dengan ukuran garis motif relatif lebih besar dibandingkan dengan batik tulis. &lt;br&gt;&lt;br&gt;3. Gambar batik cap biasanya tidak tembus pada kedua sisi kain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;4. Warna dasar kain biasanya lebih tua dibandingkan dengan warna pada goresan motifnya. Hal ini disebabkan batik cap tidak melakukan penutupan pada bagian dasar motif yang lebih rumit seperti halnya yang biasa dilakukan pada proses batik tulis. Korelasinya yaitu dengan mengejar harga jual yang lebih murah dan waktu produksi yang lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan untuk sehelai kain batik cap berkisar 1 hingga 3 minggu. &lt;br&gt;&lt;br&gt;5. Untuk membuat batik cap yang beragam motif, maka diperlukan banyak cap. Sementara harga cap batik relatif lebih mahal dari canting&lt;br&gt;&lt;br&gt;6. Jangka waktu pemakaian cap batik dalam kondisi yang baik bisa mencapai 5 tahun hingga 10 tahun, dengan catatan tidak rusak. Pengulangan cap batik tembaga untuk pemakainnya hampir tidak terbatas. &lt;br&gt;&lt;br&gt;7. Harga jual batik cap relatif lebih murah dibandingkan dengan batik tulis, dikarenakan biasanya jumlahnya banyak dan miliki kesamaan satu dan lainnya tidak unik, tidak istimewa dan kurang eksklusif.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Disamping adanya perbedaan dari sisi visual antara batik tulis dan batik cap, namun dari sisi produksi ada beberapa kesamaan yang harus dilalui dalam pengerjaan keduanya. Diantaranya adalah sbb:&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. Keduanya sama-sama bisa dikatakan kain batik, dikarenakan dikerjakan dengan menggunakan bahan lilin sebagai media perintang warna. &lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Dikerjakan hampir oleh tangan manusia untuk membuat gambar dan proses pengerjaan buka tutup warnanya&lt;br&gt;&lt;br&gt;3. Bahan yang digunakannya juga sama berupa bahan dasar kain yang berwarna putih, dan tidak harus dibedakan jenis bahan dasar benangnya (katun atau sutra) atau bentuk tenunannya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;4. Penggunaan bahan-bahan pewarna serta memproses warnanya sama, tidak ada perbedaan anatara batik tulis dan batik cap. &lt;br&gt;&lt;br&gt;5. Cara menentukan lay-out atau patron dan juga bentuk-bentuk motif boleh sama diantara keduanya. Sehingga ketika keduanya dijahit untuk dibuat busana tidak ada perbedaan bagi perancang busana atau penjahitnya. Yang membedakan hanya kualitas gambarnya saja. &lt;br&gt;&lt;br&gt;6. Cara merawat kain batik (menyimpan, menyuci dan menggunakannya) sama sekali tidak ada perbedaan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;7. Untuk membuat keduanya diperlukan gambar awal atau sket dasar untuk memudahkan dan mengetahui bentuk motif yang akan terjadi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://netsains.com/2008/07/perbedaan-batik-tulis-dan-batik-cap&lt;br&gt; &lt;/div&gt;&lt;h5 align=&quot;left&quot;&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--&lt;br /&gt; &lt;!--&lt;br /&amp;gt; &lt;!-- &lt;br /&amp;gt; @page { margin: 2cm } &lt;br /&amp;gt; P { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; --&amp;gt; &lt;br /&amp;gt;--&gt; &lt;br /&gt;--&gt;&lt;/style&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;h5 align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--&lt;br /&gt; &lt;!--&lt;br /&amp;gt; &lt;!-- &lt;br /&amp;gt; @page { margin: 2cm } &lt;br /&amp;gt; P { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; H5 { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; A:link { so-language: zxx } &lt;br /&amp;gt; --&amp;gt; &lt;br /&amp;gt;--&gt; &lt;br /&gt;--&gt;&lt;/style&gt; &lt;p&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;/h5&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://fachmi.do.am/blog/batik/2010-01-01-18</link>
			<dc:creator>ami</dc:creator>
			<guid>https://fachmi.do.am/blog/batik/2010-01-01-18</guid>
			<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 07:59:32 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Batik</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Jenis-Jenis Batik&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--&lt;br /&gt; &lt;!--&lt;br /&amp;gt; &lt;!-- &lt;br /&amp;gt; @page { margin: 2cm } &lt;br /&amp;gt; P { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; H5 { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; --&amp;gt; &lt;br /&amp;gt;--&gt; &lt;br /&gt;--&gt;&lt;/style&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br&gt;Beragam jenis batik bisa ditemukan dimana-mana akhir-akhir ini, namun kita juga perlu tahu apa saja jenis batik yang beredar di pasaran sekarang ini. Jenis-jenis tersebut antara lain adalah:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Batik Tulis&lt;br&gt;Batik Tulis adalah batik mula-mula yang adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Batik Cap&lt;br&gt;Batik Cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan ...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;strong&gt;Jenis-Jenis Batik&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--&lt;br /&gt; &lt;!--&lt;br /&amp;gt; &lt;!-- &lt;br /&amp;gt; @page { margin: 2cm } &lt;br /&amp;gt; P { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; H5 { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; --&amp;gt; &lt;br /&amp;gt;--&gt; &lt;br /&gt;--&gt;&lt;/style&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br&gt;Beragam jenis batik bisa ditemukan dimana-mana akhir-akhir ini, namun kita juga perlu tahu apa saja jenis batik yang beredar di pasaran sekarang ini. Jenis-jenis tersebut antara lain adalah:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Batik Tulis&lt;br&gt;Batik Tulis adalah batik mula-mula yang adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Batik Cap&lt;br&gt;Batik Cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Batik Printing&lt;br&gt;Batik Printing ini sudah bisa banyak ditemui akhir-akhir ini dikarenakan kualitas corak batik yang lebih bagus dan lebih tahan lama karena tidak mudah luntur. Batik printing juga banyak digunakan untuk produksi Batik Diana. &lt;br&gt;&lt;br&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Batik &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Perbedaan Batik tulis dan batik cap&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Batik Tulis&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. Dikerjakan dengan menggunakan canting yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk bisa menampung malam (lilin batik) dengan memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk keluarnya malam dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Bentuk gambar/desain pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap.&lt;br&gt;&lt;br&gt;3. Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain nampak lebih rata (tembus bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus. &lt;br&gt;&lt;br&gt;4. Warna dasar kain biasanya lebih muda dibandingkan dengan warna pada goresan motif (batik tulis putihan/tembokan). &lt;br&gt;&lt;br&gt;5. Setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Berbeda dengan batik cap yang kemungkinannya bisa sama persis antara gambar yang satu dengan gambar lainnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;6. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan batik tulis relatif lebih lama (2 atau 3 kali lebih lama) dibandingkan dengan pembuatan batik cap. Pengerjaan batik tulis yang halus bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan lamanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;7. Alat kerja berupa canting harganya relatif lebih murah &lt;br&gt;&lt;br&gt;8. Harga jual batik tulis relatif lebih mahal, dikarenakan dari sisi kualitas biasanya lebih bagus, mewah dan unik. &lt;br&gt;&lt;br&gt;http://netsains.com/2008/07/perbedaan-batik-tulis-dan-batik-cap&lt;br&gt; &lt;/div&gt;&lt;h5 align=&quot;left&quot;&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--&lt;br /&gt; &lt;!--&lt;br /&amp;gt; &lt;!-- &lt;br /&amp;gt; @page { margin: 2cm } &lt;br /&amp;gt; P { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; --&amp;gt; &lt;br /&amp;gt;--&gt; &lt;br /&gt;--&gt;&lt;/style&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;h5 align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--&lt;br /&gt; &lt;!--&lt;br /&amp;gt; &lt;!-- &lt;br /&amp;gt; @page { margin: 2cm } &lt;br /&amp;gt; P { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; H5 { margin-bottom: 0.21cm } &lt;br /&amp;gt; A:link { so-language: zxx } &lt;br /&amp;gt; --&amp;gt; &lt;br /&amp;gt;--&gt; &lt;br /&gt;--&gt;&lt;/style&gt; &lt;p&gt; &lt;font face=&quot;Times New Roman, serif&quot;&gt;&lt;font style=&quot;font-size: 11pt;&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;/h5&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://fachmi.do.am/blog/batik/2010-01-01-17</link>
			<dc:creator>ami</dc:creator>
			<guid>https://fachmi.do.am/blog/batik/2010-01-01-17</guid>
			<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 07:47:15 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>